Pasar tak besar, Kawasaki tetap produksi Ninja dengan mesin supercharged

Bisa dikatakan Kawasaki sangat berani untuk bermain di segmen pasar yang tidak memilki banyak pembeli dengan mengeluarkan produk dengan kekuatan mesin yang bertenaga besar.

Sejumlah alasan yang dimunculkan Presiden Kawasaki Motorcycle and Engineering Company, Kenji Tomida,seperti yang dilansir Kompasotomotif, terbaca sebagai alasan-alasan dengan unsur bisnis yang kuat meski masih tidak mendalam. Alasan lain adalah unsur mekanis/teknis kendaraan.

Misalnya alasan yang dikatakan Kenji Tomida yang menyebutkan masih adanya kebutuhan mesin bertenaga sekaligus membanggakan bila memiliki produk seperti itu oleh konsumen.

Atau alasan perusahaan yang berusaha terus memproduksi sepeda motor yang mmbuat senang dan gembira saat dikendarai oleh konsumen.

Alasan berikutnya adalah untuk memanfaatkan kemampuan pabrikan menciptakan tekonologi terbaik sepeda motor dengan mesin bertenaga maksimal.

Pada ajang Tokyo Motor Show (TMS) 2015, Kawasaki memamerkan konsep motor Super Charged (SC) 01 sebagai pengembangan dari keberadaan Kawasaki Ninja H2 dan H2R yang diklaim pihak pabrikan sukses mendapat respon di pasar otomotif roda dua global.

Kawasaki Ninja H2

Kawasaki Ninja H2. (nichozblog.com)

Konsep SC 01 memiliki mesin supercharger yang bekerja sebagai mesin supercharged penyeimbang (Balanced Supercharged Engine). Jadi didalam mesin supercharged SC 01 ada lubang khusus dengan kontrol elektronik untuk mengatur masuknya volume udara ke mesin.

Fungsi penyeimbang inilah yang membuat mesin bisa irit bahan bakar namun tidak kehilangan kekuatan mesin yang mumpuni.

 

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: