Pajak penghasilan barang mewah mencekik Mabua Motors

Tingginya biaya pajak penghasilan untuk barang mewah (PPnBM) menyulitkan langkah agen pemegang merek (APM) Harley Davidson, PT Mabua Motors Indonesia untuk beringsut dari sepinya penjualan moge dari Amerika Serikat di tanah air yang sudah berjalan sejak awal tahun lalu.

PPnBM yang ditetapkan pemerintah yang mencapai 125 persen benar-benar mencekik Mabua Motors sehingga sulit bergerak. Belum lagi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang terus menurun sejak awal tahun 2015 makin menyusahkan Mabua Motors.

Mabua Motors mencoba menghadapi masalah pelik itu dengan mengubah strategi dengan tidak lagi memasarkan Harley Davidson dengan kapasitas mesin tinggi, dan menggantinya dengan model yang cc mesinnya rendah.

Pilihannya adalah Harley Davidson Street 500. Ternyata strategi itu cukup bisa membuat Mabua Motors bernafas, karena jualan Street 500 cukup menolong Mabua Motor menghasilkan uang.

HHarley Davidson Street 500

Harley Davidson Street 500. (Latestnewstech)

Sampai September 2015, penjualan Street 500 oleh Mabua Motors sudah mencapai 250 unit. “Saat ini, Street 500 kami anggap penolong,” terang Djonnie Rahmat, Direktur Utama Mabua Motors, seperti dilansir Liputan6.com.

Djonnie Rahmad mengatakan, pihaknya berharap Street 500 bisa terjual hingga 1000 unit Tapi lagi-lagi, perluasan pembayar PPnBM hingga sampai kendaraan premium berkapasitas 250 cc memaksa Mabua Motors tarik nafas panjang.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: