Pantai Lagundri dan Sorake, surga surfing Indonesia

Tahukah Anda bahwa dari berbagai lokasi surfing terbaik di dunia, dua di antaranya ada di Indonesia? Itulah Pantai Lagundri dan Pantai Sorake di Sumatera Utara. Dua pantai yang memiliki lanskap plus pemandangan indah ini memang sudah kesohor sebagai lokasi selancar (surfing) berkelas dunia. Ketenaran debur ombak kedua pantai tersebut kini bisa disandingkan dengan deburan ombak menantang di Hawaii.

Tempat usaha Anda belum tercatat di web ini? Hubungi kami di sini.

Pantai Lagundri dan Sorake surga surfing Indonesia
Pantai Lagundri dan Sorake surga surfing Indonesia

Berjarak sekitar 2 km, kedua pulau itu berada berlokasi kurang lebih 12 km dari Telukdalam, ibu kota Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Penggila olahraga selancar dari mancanegara beduyun-duyun berkumpul di pantai ini pada April hingga September setiap tahunnya.

Mereka akan menjajal lipatan gelombang yang tingginya mencapai 7 hingga 10 meter dengan lima tingkatan. Lipatan seperti itu sangat diidamkan peselancar profesional.

Yang lebih aduhai, panjang daya dorong ombak di kawasan ini bisa mencapai 200 meter. Dan ombak yang paling menantang biasanya datang saat tiba bulan purnama.

Salah satu daya tarik ombak di Lagundri ini untuk selancar adalah lokasinya yang berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya arus teluk sehingga ombak akan mengalir besar.

Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi ajang lomba selancar nasional dan internasional. Nias Open misalnya, adalah salah satu kejuaraan yang rutin diselenggarakan di sana, dengan ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia berdatangan ke pantai itu.

Hotel, penginapan dan transportasi di Pantai Lagundri dan Sorake

Menurut indonesia.travel, pada tahun 2014 ada sekira 60 homestay yang berjejer tepat berada di bibir Pantai Lagundri Sorake. Dengan tarif ekonomis mulai dari Rp75.000 per malam, tamu diberi fasilitas memadai dimulai dari adalah kasur dan bantal, kamar mandi di dalam, air bersih, listrik, kipas angin plus kelambu.

Baca juga  Tempat adem di Boyolali versi "Ngadem"

Hotel berbintang juga ada di sini, yaitu Sorake Beach Hotel.

Untuk menuju ke pantai ini, Anda dapat terbang sekitar 55 menit dari Bandar Udara Polonia di Medan ke Bandara Binaka di Gunungsitoli. Ada maskapai penerbangan Merpati dan SMAC yang melayani jalur ini dengan tarifnya sekitar Rp.500.000.

Berikutnya lanjutkan perjalanan Anda sekitar 3 jam dengan kendaraan umum ke Pantai Lagundri, Sorake, yang berada di Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan. Kendaraan umum di sini berupa minibus dengan tarif Rp 40.000.

Jalur dari Gunungsitoli ke Pantai Lagundri dan Pantai Sorake ada dua yaitu pertama melewati Lahewa terus membelah Pulau Nias hingga ke Telukdalam. Jalur kedua menyusuri pantai melewati kota-kota kecamatan, yaitu: Gido, Bawolato, Idanogawo dan Lahusa.

Alternatif lain dari Kota Padang ada jalur darat dan udara. Melalui darat harus ke Sibolga sekira 6 jam kemudian menuju Gunungsitoli menggunakan kapal fery cepat selama 3 jam dengan tarif Rp 100.000.

Melalui jalur udara bisa dilakukan dengan penerbangan perintis SMAC yang beroperasi pada hari Senin dan Jumat. Dari Padang transit ke Pulau Telo lalu terbang kembali ke Binaka. Tarif penerbanganya Rp. 230.000,.

Obyek wisata andalan

Di pantai yang masih termasuk sepi ini, terutama bila bukan musim lomba selancar, airnya sedemikian jernih dan pasirnya pun putih bersih,. Oleh karena itu, kawasan ini ideal bagi Anda yang tidak menyukai keramaian dan ingin menikmati suasana pantai.

Apabila Anda belum berminat dengan olahraga selancar maka menyaksikan peselancar beraksi juga akan sangat mengasyikan. Biasanya lomba surfing digelar antara Juni hingga Juli di mana lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Baca juga  HARRIS Hotel & Conventions: Profil 10 hotel pilihan di Solo (2)

Warga lokal, terutama anak mudanya, dapat menjadi pemandu dan pelatih apabila Anda ingin belajar selancar. Mereka akan menjelaskan kepada Anda termasuk untuk memahami jenis ombak di kawasan ini.

Waktu terbaik untuk berselancar bagi pemula adalah pagi hari. Sebab saat itulah ombaknya belum terlalu tinggi sehingga Anda tidak perlu mengayuh terlalu kuat untuk mendorong badan ke tengah laut. Apabila Anda ingin mencari ombak besar maka melautlah saat siang atau menjelang sore mengingat saat itu angin sudah makin kencang dan ombak pun semakin besar.

Kebanyakan wisatawan yang datang ke tempat wisata ini menghabiskan waktu mereka di laut. Mereka dengan sabar menantikan datangnya angin besar untuk membingkiskan gulungan ombak yang tinggi dan panjang.

Bermain ombak di sini kadang tidak memuaskan jika hanya dilakukan sehari. Jadi Anda perlu bermalam di dekat pantai. Jangan takut bosan saat malam hari karena Anda dapat berjalan-jalan di tepi pantai atau bercengkerama dengan penduduk setempat.

Langit di Pulau Nias menyuguhi ribuan kerlip bintang saat malam. Habiskan malam Anda dengan memandangi bintang sambil mendengar debur ombak dari kejauhan.

Tips

  • Musim terbaik untuk menyaksikan lomba selancar adalah antara Juni atau Juli.
  • Bila Anda ingin mengabadikan aksi para peselancar maka perlu membawa lensa binocular untuk memfotonya. Untuk menyaksikan aksi peselancar di tengah laut bawalah juga teropong jarak jauh yang memadai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here