Lampu indikator bahan bakar menyala? Jangan panik!

Karena terburu-buru atau karena banyak yang harus dipikir, terkadang membuat kita lupa mobil yang sedang kita kendarai belum diisi dengan bahan bakar. Kalau sedang melaju di jalan antar kota, tentu tidak menjadi masalah, karena banyak SPBU atau penjual bahan bakar eceran berjajar di sepanjang jalan.

Masalahnya akan berbeda jika mobil tersebut melaju di pelosok pedesaan, di daerah pegunungan yang terpencil atau di sepanjang jalan tol. Melihat lampu indikator bahan bakar menyala, hati kita pasti was-was, karena khawatir bahan bakar akan habis sebelum sempat menemukan tempat pengisian.

Kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak perlu terjadi, karena lampu indikator yang menyala bukan untuk memberi tanda bahwa tangki mobil benar-benar kosong, tapi untuk mengingatkan bahwa bahan bakar sudah hampir habis. Karena pada saat lampu indikator menyala, di dalam tangki mobil sebenarnya masih ada sisa bahan bakar sebanyak 5 – 8 liter. Sehingga kita bisa menghitung sendiri, berapa jauh kira-kira jarak yang masih bisa ditempuh mobil dengan cara mengalikan jarak tempuh mobil untuk setiap liter bahan bakar dengan sisa bahan bakar itu sendiri.

Menghitung jarak tempuh yang masih bisa dicapai mobil dengan sisa bahan bakar yang ada, akan menjadi lebih mudah jika mobil dilengkapi dengan MID (Multy Information Display), meski cara inipun tidak memberikan hasil yang mutlak benar, sehingga hanya sebatas perkiraan. Caranya, begitu lampu indiator bahan bakar menyala, ambil kemungkinan sisa bahan bakar yang terendah, yakni sebanyak 5 liter. Selanjutnya, amati konsumsi rata-rata BBM yang tertera di MID, jika angka yang terlihat 10 km/liter, berarti mobil masih bisa berlari sekitar 50 km lagi.

Beberapa MID bahkan tidak cuma mencantumkan kemampuan mobil menempuh jarak untuk setiap liter BBM, tapi langsung menunjukkan angka yang masih bisa ditempuh dengan sisa bahan bakar yang ada, biasanya tertulis distance to empty atau range. Jadi mobil akan benar-benar berhenti total saat indikator menunjuk ke angka 0 Km? Tidak juga. Namun kemampuannya berlari hanya tersisa beberapa km lagi, sebelum mesin benar-benar berhenti.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: