Ini alasan pabrikan motor beralih ke ban tubeless

Lima sampai sepuluh tahun yang lalu, ban dalam (tube) masih dipasang banyak pabrikan otomotif. Namun dalam lima tahun terakhir, pabrikan sudah menjadikan ban tubeless menjadi ban standar saat konsumen membeli kendaraan bermotor.

Ada sejumlah faktor yang membuat pabrikan motor misalnya saat memutuskan penggunaan ban jenis tubeless: Faktor-faktor tersebut muncul dilatar belakangi kemauan konsumen terhadap ban.

GM After Sales & Motor Sport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, M.Abidin menjelaskan ban tubeless tangguh saat digunakan dalam kecepatan tinggi. Selain itu, ban tubeless juga tidak mudah kempes saat digunakan.

“Ban tubeless lebih aman untuk pengendara motor serta aman saat berkendara. ban tubeless juga praktis, selain itu perawatan juga mudah,” Kata M.Abidin.

Namun begitu, menurut M.Abidin, meski ban tubeless memiliki kemampuan lebih baik daripada ban dalam, tiap ban tubeless punya aturan yang berbeda-beda untuk daya tahan soal kecepatan. Ini yang harus diwaspadai pengendara motor pengguna ban tubeless.

Ban tubeless

Ban tubeless. (otoasia.com)

Misalnya saja, untuk motor ber-cc besar, ada kode tertentu yang ada pada ban tubeless yang menyatakan bisa dibawa di atas kecepatan. Seperti untuk batas kecepatan hingga 180km per jam diberi kode H dengan lebar beragam ada yang 130,140 serta 150 untuk ban balap.

M.Abidin juga meminta pengendara motor dengan ban tubeless untuk memperhatikan kembangan ban yang sebenarnya tidak hanya untuk pemanis tapi juga memililki fungsi dalam pengendaraan.

“Kembangan ban berfungsi untuk alur air atau untuk pengaman saat berkendara,” kata M.Abidin seperti dilansir Otoasia.com.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: