Ini bagian dalam kemasan makanan dan minuman yang perlu diperhatikan

Membawa makanan dan minuman dalam kemasan adalah hal yang tidak bisa Anda tinggalkan saat berencana berlibur ke luar daerah atau menjelajahi alam. Makanan dan minuman dalam kemasan selain sehat juga mudah disajikan dan tentu saja terasa nikmat.

Salah satu cara mudah untuk mengetahui sehat dan tidaknya produk dalam kemasan adalah mencermati label kemasannya. banyak informasi penting berada di label itu, misalnya saja tanggal kedaluarga atau kandungan zat gizi untuk tubuh.

Meski demikian banyak orang sering tidak memedulikan label kemasan yang berisi informasi kandungan zat gizi. Bagi yang menjalankan diet, kebiasaan membaca label kemasan bisa membantu perhitungan asupan kalori dan gizi lainnya.

Sementara itu, bagi yang mengalami diabetes atau hipertensi, risiko negatif akibat kelebihan mengonsumsi kandungan tertentu bisa dihindari. Risiko alergi dari makanan juga bisa berkurang. Berikut ini beberapa bagian dalam kemasan makanan atau minuman yang perlu diperhatikan seperti yang ditulis Harian Kompas:

1.Informasi nilai gizi

Di dalam label kemasan terdapat informasi mengenai kandungan bahan makanan seperti kalsium, vitamin, gula, dan garam. Anda harus mencermati bila ada kemasan makanan atau minuman mencantumkan istilah rendah kalori (low calorie), rendah lemak (low fat), rendah kolesterol (low cholesterol) dan rendah gula (low sugar).

Beberapa istilah tersebut perlu mendapat perhatian Anda. Rendahnya kandungan gizi tertentu bukan berarti tidak ada sama sekali. Oleh sebab itu perhatikanlah lebih detail pada bagian informasi nilai gizi.

2. Ukuran setiap saji

Makanan atau minuman tertentu yang dikemas dalam ukuran besar biasanya mencantumkan ukuran setiap saji. Misalnya yang ada pada susu formula. Ukuran atau takaran per saji bisa diartikan sebagai besaran atau jumlah untuk satu kali konsumsi.

Misalnya, 3 sendok makan atau sekitar 25 gram. Perhatikan juga bagian angka kecukupan gizi (AKG) untuk mengatur tingkat konsumsi makanan agar dalam porsi yang sesuai dengan kebutuhan gizi harian.

3. Kode produksi dan kedaluarsa

Sebaiknya, jangan hanya tanggal kedaluarsa yang diperhatikan, tapi juga kode produksi yang ada dalam kemasan juga perlu dibaca. Hal ini penting dilakukan saat Anda memutuskan untuk membeli makanan segar yang tidak tahan lama, terutama dalam suhu ruangan.

Seperti makanan yoghurt dimana rentang antara tanggal produksi dan tanggal konsumsi yang berdekatan serta jauh dari tanggal kedaluarsa tentunya akan lebih segar.

makanan dalam kemasan
makanan dalam kemasan

4. Peringatan lain

Anda juga harus memperhatikan tulisan peringatan lain’dalam kemasan makanan atau minuman, sebab hal ini sering dilupakan banyak orang. Yang dimaksud dengan peringatan lain disini antara lain adanya kandungan alkohol, nonhalal, larangan konsumsi untuk ibu hamil atau menyusui, serta larangan konsumsi untuk anak-anak. Peringatan ini penting untuk diperhatikan agar konsumsi jenis makanan dan minuman tertentu bisa dikendalikan.

5. Nomor Badan POM

Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) biasanya memberikan penomoran tertentu yang menyatakan persetujuan keamanan makanan atau minuman. Penomoran ini dilakukan setelah Badan POM melakukan penilaian dari sisi kualitas, kandungan gizi, keamanan kemasan dan konsumsi serta label informasi gizi.

Nomor yang dikeluarkan Badan POM antara lain nomor pangan olahan yang diproduksi dalam negeri (BPOM RI MD) dan pangan olahan dari luar negeri (BPOM RI ML). Harian Kompas menulis, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota juga mengeluarkan izin berupa nomor pangan industri rumah tangga (P-IRT).

Produk makanan dan minuman yang baik umumnya juga mencantumkan alamat lokasi produkdi dengan lengkap. Bahkan kadang juga disertai nomor layanan konsumen.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*