Peluang usaha memanfaatkan orang bodoh, orang malas dan orang penakut

Dalam sebuah diskusi tentang bagaimana bisnis bisa terjadi, ada salah satu nara sumber yang memberikan jawaban menarik. Menurutnya, ada bisnis yang terjadi karena adanya orang malas, adanya orang takut, dan mungkin juga karena ada orang bodoh. Setelah mendapat penjelasan tersebut, nampaknya masuk akal dan benar. Berikut ini ada beberapa cerita bisnis karena orang malas, takut, dan bodoh. Berikut ini adalah tulisan kolom Sapto Anggoro. Silakan mengikuti.

***

Kolom Sapto Anggoro

Sapto Anggoro

Seorang teman membeli mobil bekas, bentuknya mobil box dan pick-up, jumlahnya dua unit. Teman ini adalah direktur sebuah usaha digital. Agak aneh saja ketika dia membeli mobil yang murah meriah itu. Ketika ditanya, buat apa, jawabnya buat bisnis. Bisnis apa? Antar jemput belanjaan orang, kata Miske R, nama teman itu simple.

Karena mengundang pertanyaan, maka saya pun mengorek-ngorek Miske. Diceritakan bahwa usaha yang dilakukan adalah antar jemput belanjaan bulanan keluarga. Dari barang kebutuhan FMCG (fast moving consumer goods) sampai perabot rumah tangga (home appliance). Dari harga ribuan sampai jutaan rupiah per unit. Konsumen atau pelanggan tinggal menyebutkan nomor katalog, lalu jumlahnya berapa, maka dalam waktu sehari atau dua hari, akan diantar semua barang kebutuhannya di rumah.

Karena antarjemput belanjaan, maka tidak perlu mobil mewah cukup mobil box atau pik-up bekas, tidak harus unit baru. Tarifnya tidak per item tapi borongan per antaran. Tidak harus punya kantor bagus, tapi lebih perlu gudang yang bagus. Karena biaya operasionalnya rendah, maka keuntungannya pun menarik.

Pelanggannya sudah ada ratusan keluarga. Rata-rata tinggal di kompleks rumah mewah. Mereka sudah tidak sempat belanja lagi di mal. Selain orang-orang yang sudah sibuk malas belanja, mereka sebagian juga dari kalangan artis atau publik figur yang kalau keluar rumah dan belanja ke mal sudah merasa tak nyaman. Maklum, mereka butuh privacy.

Bisa disimpulkan, bahwa pelanggan ini adalah orang-orang yang sudah malas untuk belanja sendiri. Selain karena tak punya waktu tentunya. Mungkin juga malu kalau harus belanja sendiri. Apalagi kalau pada tanggal-tanggal muda, seperti kita ketahui mal penuh sekali, kadang bikin malas belanja ke mal karena bayarnya antre panjang dan bikin ribet.

***
Suatu hari, kita bisa menyaksikan sesorang yang kelihatan pinter sekali. Dia begitu banyak pengetahuannya. Wawasannya hebat. Dan, hampir generalis. Karena itulah mengundang decak bahwa dia benar-benar banyak bacaannya.

Usut punya usut, orang tersebut membuka rahasia, bahwa dia langganan summaries book (buku ringkasan). Ternyata, ada orang bahkan perusahaan yang kerjanya membaca banyak buku, berbagai disiplin ilmu, lalu diringkaskan, kemudian pelanggan tinggal memilih ringkasan mana yang sesuai dengan peminatannya.

Hampir sama dengan kasus pengantaran belanjaan, dari sini juga bisa disimpulkan, bahwa ada juga orang yang malas membaca buku tebal. Namun tetap ingin mendapatkan informasi yang terkandung di dalamnya. Maka, orang yang pandai membaca peluang, memberikan solusi unik, yakni membuatkan ringkasan yang menarik dan pas. Berkat ringkasannya, maka pelanggan jadi punya banyak ilmu pengetahuan. Tak ketinggalan dengan orang-orang pintar yang lain, dan keliahatan lebih pintar dari orang yang biasa-biasa saja.

***
Selain ide peluang bisnis dengan memanfaatkan orang-orang malas, ada juga bisnis yang terjadi karena adanya orang takut. Mungkin tidak semuanya unik, tapi juga ada yang sudah umum. Misalnya seorang konsultan komunikasi (PR) dan penasihat hukum (law firm).

Seperti kita ketahui bahwa orang-orang yang sedang terkena masalah hukum, pasti dalam kondisi ketakutan. Sebab mereka tiba-tiba didesak, ditekan, dituduh, bahkan tersangka. Sementara mereka kebanyakan tidak mengerti masalah hukum.

Maka datanglah para penasihat hukum, orang yang faham hukum, akan memberikan nasihat mengenai bagaimana harus berbuat, bersikap, dan berkomentar atas kejadian yang dialami klien (orang yang takut tersebut). Dengan demikian, maka sedikit demi sedikit masalah yang ditakutkan akan bisa terbantu. Sampai akhirnya ketakutan berkurang ketika terjadi persidangan di pengadilan.

Selain itu juga bagaimana mereka harus bersikap di sekitar masyarakat. Saat ini, orang-orang takut tidak hanya butuh penasihat hukum, juga butuh penasihat komunikasi. Bagaimana mereka harus bicara di depan publik, bahkan sampai membuat opini di media massa agar permasalahannya bisa terbantu. Terutama dalam hal adu opini, agar bisa menang opini dengan cara mencari-cari logika yang masuk akal untuk bisa memutarbalikkan opini di masyarakat. Konsultan-konsultan PR yang canggih bisa membuat situasi yang menakutkan bagi klien menjadi menaikkan percaya diri.

Mungkin bukan hanya karena malas dan takut saja yang bisa menghasilkan ide bisnis. Masih ada sebab-sebab lain. Yang pasti adalah ide bisnis untuk orang berduit itu yang tak terbantahkan. Silakan menggali ide-ide bisnis dan peluang yang unik.

Kalau peluang bisnis karena adanya orang bodoh, apakah ada? Tentu saja ada. Tapi saya tak tega kalau diantara pembaca di sini menjadi konsumennya. Sebab, bisa dianggap telah menuduh. Karena saya yakin bahwa pembaca di sini itu pintar-pintar, maka tidak perlu dibahas tentang peluang bisnis untuk orang bodoh. Yang pasti, orang pintar dan kreatif memiliki semangat hidup yang tinggi dan tak mudah percaya kata-kata dari motivator. (merdeka.com)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: