Papan Catur Batik Ornamen Batik dari Karanganyar

IDE kreatif yang bisa menghasilkan uang bisa datang dari siapa saja. Salah satu contohnya adalah Sumartoyo, warga Desa Bulu, Kecamatan Jaten, Karanganyar. Sumartoyo dibantu beberapa tetangganya merealisasikan ide kreatifnya, dengan membuat meja atau papan catur berornamen batik. Dari segi bentuk, meja catur batik ini tak jauh beda dengan catur yang kita kenal. Yang membuat meja catur karya Sumartoyo ini berbeda, adalah ukuran serta motif batik yang menghiasinya. Batik yang biasanya menggunakan media kain dipindah ke meja serta bidak catur yang terbuat dari kayu.

MOTIF BATIK CATURProses pembuatan meja catur batik ini hampir sama dengan produksi batik kain.pertama-tama pola batik digambar menggunakan pensil. Setelah itu pola tersebut ditutup malam atau lilin dengan menggunakan canting. Proses pelapisan malam ini tergolong cepat karena media yang digunakan adalah kayu. Selanjutnya bidak catur yang selesai dilapis lilin diberi warna dengan cat pikmen. proses pewarnaan dilakukan dua kali. Dengan pemolesan cat dasar terlebih dahulu.

Baca juga  10 Kegiatan Budaya yang Rutin Digelar di Kraton Surakarta

Setelah diberi warna bidak tersebut dicelup kedalam air mendidih untuk menghilangkan lilin. Proses akhir adalah penjemuran untuk mengeringkan warna. Proses yang sama juga dilakukan pada papan catur. Papan yang sudah diberi motif batik dicat hitam untuk membuat jalur permainan. Setelah proses pengeringan maka papan dan bidak catur siap digunakan. Bedanya dengan catur biasa warna bidak yang dipakai bukan hitam dan putih namun berbagai warna perpaduan terang dan gelap.

Menurut sumartoyo ide pembuatan catur batik ini muncul pada tahun 2005 silam. Sumartoyo melihat bahwa permainan catur sangat digemari oleh masyarakat. Dirinya pun berpikir untuk membuat catur agar lebih menarik dan memiliki nilai seni tinggi. Maka, sumartoyo pun mencoba untuk membuat papan dan bidak catur batik.

BATIK2-1024x687

Batik Solo

Untuk bahan kayu yang dipakai Sumartoyo memilih kayu waru. S elain mudah didapat dan murah kualitas kayu waru sangat bagus, karena mampu menyerap cat. Sedangkan untuk desain pola batiknya, Sumartoyo berkiblat pada motif batik Solo. Namun sumartoyo juga mencoba untuk mengembangkan pola kontemporer sendiri.

Baca juga  Geliat perajin batik tulis Girilayu

Catur batik karya sumartoyo ini telah dikenal hingga ke kota-kota besar, seperti Jakarta Solo, Surabaya, Bandung, serta makassar. Selain pasar dalam negeri catur batik ini telah merambah pasar luar negeri seperti china india bahkan hingga ke belanda.

Harga dari catur batik ini bervariasi tergantung ukurannya. Yang paling kecil harganya Rp 325.000 rupiah per set. Sedangkan yang paling besar dengan ukuran satu meter persegi. harganya mencapai Rp 2.700.000 per set. Jika anda tertarik silahkan datang ke workshop Puri Art Wood Batik di Jaten, Karanganyar.(bre/soloraya.com)

BATIK3-1024x687

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here