Ketua Dewan yang penghobi sepeda santai

Sebulan lalu anggota DPRD Karanganyar periode 2009-2014 resmi dilantik. Resmi pula H Sumanto SH, anggota legislatif asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi nahkoda DPRD Kabupaten Karanganyar.
Tidak mudah menjadi puncuk pimpinan parlemen daerah tersebut. Meski sempat terjegal masalah internal partai, Ketua DPC PDIP Karanganyar tersebut akhirnya dapat melenggang ke kursi pimpinan. Segudang prestasi dan pengalaman di dunia politik membuat partai meletakkan amanah ketua dewan ke pundaknya.
“Apapun perintah partai, saya akan laksanakan,” kata Sumanto yang gemar bersepeda santai.

Ketua DPRD KaranganyarTak semata-mata SK DPP PDIP No 411/2009 tentang pengusungan ketua dewan dari partai, pengalaman berpolitik yang dimiliki Sumanto juga menjadi alasan kuat. Mahasiswa S2 Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini terjun ke dunia politik sejak kuliah. Pembentukan karakter dan penggemblengan jati diri dimulai saat dia bergabung dengan PDI tahun 1995 sebagai kader.
“Kebetulan orang tua saya dari partai nasionalis. Saat saya terjun ke dunia politik, mereka ingin saya mencari ‘rumah’ yang nasionalis juga,” jelasnya saat ditanya alasan memilih PDIP sebagai partai pilihan.
Sejak saat itu seluk beluk dunia politik mulai dipahaminya. Tahun 1998, dirinya mulai aktif dalam struktural partai. Latar belakang pendidikan yang dari hukum membuat pria kelahiran 10 Juni 1968 ini pun ditunjuk sebagai penasihat hukum partai.

Ikut Mega
Pecahnya PDI menjadi babak baru dalam perjalanan karir politik Sumanto. Memantapkan hati bergabung dengan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan (PDIP), Sumanto ditunjuk menjadi wakil sekretaris DPC PDIP Karanganyar.
“Perjuangan berat memang terasa saat perpecahan itu terjadi. Terutama mengatasi konflik internal partai,” unkap politisi yang dikenal tidak suka mengumbar statement.
Setahun menjadi wakil sekretaris, periode kepengurusan partai 2000-2005 Sumanto ditunjuk sebagai bendahara. Sifatnya yang jujur dan sederhana membuatnya dipercaya menjadi ketua DPC PDIP Karanganyar periode 2005-2010. Meski jadi politisi handal di bumi Intanpari sikipnya masih santun kepada siapaun.
Saat menjadi ketua, dirinya pun berhasil membawa kemajuan partai. Bukan hanya internal partai yang semakin solid, pelayanan terhadap masyarakat dari partai berlambang banteng moncong putih ini pun semakin dapat dirasakan. Seperti pelayanan ambulance gratis bagi warga yang membutuhkan sarana transportasi medis cepat, marching band untuk memfasilitasi minat kaum muda terhadap musik serta membina mereka menjadi kader-kader yang mengerti visi misi partai, serta pembentukan badan penanggulangan bencana (Baguna) untuk membantu penanggulangan bencana.
“Kegiatan dan sarana itu sangat dibutuhkan warga. Ini juga implementasi ideologi Bung Karno yang ditanamkan di partai yang menekankan gotong royong dan kerakyatan,” jelasnya.
Persiapannya menjadi pimpinan dewan pun telah dimulai sejak 2004. Saat dirinya terpilih menjadi anggota DPRD periode 2004-2009, Sumanto duduk dalam jajaran pimpinan dewan. Lantaran saat itu PDIP hanya menduduki urutan kedua dalam perolehan suara pemilihan legislatif, Sumanto pun hanya menempati kursi wakil ketua.
Dari posisi inilah pengalaman kepemimpinan bapak dua anak ini semakin terasah. Loyalitas terhadap partai juga semakin besar. Baginya, kepentingan dan keputusan partai di atas segalanya. Dirinya pun siap melaksanakan amanat partai untuk menjadi Ketua DPRD periode 2009-2014. Semangat pun semakin kuat lantaran mendapat dukungan penuh dari keluarga.
“Saya sendiri tidak bisa menilai kemampuan dan kapasitas saya untuk dipercaya menjadi ketua (DPRD). Tapi demi kepentingan dan keputusan partai, dengan sepenuh hati saya akan melaksanakannya,” ujar pengusaha furniture ini.
Padatnya agenda Dewan tak membuat pria yang jarang tersenyum tersebut melupakan tugasnya sebagai kepala keluarga yang baik. Setiap dua minggu sekali H Sumanto selalu meluangkan waktu untuk bertamasya bersama keluarga.
Dengan posisinya yang sangat strategis saat ini banyak godaan dan cercaan yang menimpanya. Dalam menghadapi situasi seperti itu H Sumanto punya resep ampuh untuk menguatkan hatinya. ”Godaan, cercaan dan hinaan bagi saya sudah biasa dalam ranah abu-abu. Satu resep ampuh yang dapat mengalahkan itu semua adalah berserah diri pada Tuhan dan jangan lupa salat,” kata politisi yang sering mengaku secara berkala melakukan salat malam tersebut. (soloraya.com/bre)

1 Comment on Ketua Dewan yang penghobi sepeda santai

  1. wah sehat memang mahal harganya sih, betul juga yang dilakukan pak Ketua Dewan, bersepeda mungkin sarana palin mudah buat olahraga selain jogging… 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: