Teater Lungid membawa Visa ke Jakarta

Penampilan Lungid dalam Visa
Penampilan Lungid dalam Visa

Kelompok teater Lungid sukses mengusung lakon Visa karya Goenawan Mohamad di Teater Salihara, Jakarta. Selama dua malam pementasan (14-15/8), penonton memenuhi gedung pertunjukan berkapasitas 200 orang di kawasan Pasar Minggu Jakarta Selatan itu. Ini adalah penampilan kedua kelompok yang dulu bernama Teater Gapit itu di tempat tersebut. Tahun sebelumnya, Teater Lungid tampil di Salihara membawakan lakon berjudul Tuk karya Bambang Widoyo Sp. (alm.).

Visa bertutur tentang orang-orang yang hendak melakukan perjalanan. Baik mereka yang berjalan untuk pergi maupun pulang ke suatu tempat. Orang-orang dalam lakon tersebut berkumpul di sebuah ruang tunggu depan loket permohonan di sebuat gedung konsulat. Mereka terlibat perbincangan antara satu dengan yang lain.

Dari sanalah masing-masing tokoh diketahui latar belakang sejarah dan keinginan mereka di masa mendatang.

PIC_2370Pementasan Lakon Visa ini memang menarik banyak kalangan. Bisa jadi daya tariknya adalah bahwa naskah ini adalah karya Goenawan Mohamad dan dipentaskan dalam bahasa Jawa oleh Teater Lungid. Sejumlah tokoh yang hadir selama pemantasan itu di antaranya Butet Kertarajasa, Gus Mus, Ahmad Tohari, dan masih banyak lagi termasuk sang tuan rumah, Goenawan Mohamad.

Baca juga  Sahita, Antara Tari dan Parodi

Menurut Djarot B Darsono, sutradara, tidak mudah mengerjakan lakon Visa ini. Persoalan yang ditulis Goenawan Mohamad berbeda dengan naskah-naskah Lungid (Gapit) sebelumnya, misalnya Tuk, Rol, dan Suk-Suk Peng. Bahkan Pelok Trisno Santosa, sang penerjemah pun, sedikit mengalami kendala dalam menerjemahkan pikiran-pikiran berbahasa Indonesia dalam naskah itu ke bahasa Jawa. Tetapi kegagapan kelompok Lungid dalam menghadapi lakon Visa telah tertebus dengan kesuksesan pementasan mereka.

Beberapa aktor mereka yang telah akrab dengan penonton Jakarta turut mendukung kesuksesan pementasan tersebut. Mereka adalah Inong, Lestari Cempluk, dan Atik Rivai dari kelompok drama tari Sahita tampil menyegarkan suasana.

Penampilan Teater Lungid dengan Visa adalah bagian dari Festival Salihara 2009. Sebuah Festival yang diselenggarakan 8 Juli -15 Agustus 2009. Perhelatan ini mengundang artis dalam maupun luar negeri dengan berbagai bentuk sajian, seperti tari, musik, dan teater.

Baca juga  Solo Batik Carnival: Bebaskan batik dari belenggu formalitas

Sejumlah penampil yang hadir di festival ini di antaranya penari dan koreografer Eiko dan Koma dari New York, pemusik Dieter Mack dari Jerman, aktor monolog Jennifer Claire dari Inggris. Sementara sebagian lagi berasal dari Nusantara, termasuk Teater Lungid dan I Wayan Sadra bersama Sono Seni Ansamble dari Solo. (soloraya.com/ye)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here