Cabut kayon tandai pembukaan SIPA 2009

Pencabutan kayon oleh Walikota Solo, Joko Widodo dan Direktur Utama Bank Jateng Solo, Haryono, menandai dimulainya Solo International Performing Arts (SIPA) 2009, Jumat (7/8) malam.
Empat karya seni mewarnai pembukaan perhelatan akbar yang akan digelar hingga Senin (10/8) tersebut.
Di panggung yang dibangun di depan Benteng Kaveleri Kompleks Pamedan Pura Mangkunegaran, Solo, empat karya seni dari berbagai bentuk seni pertunjukan, yaitu musik, teater, dan tari digeber.
Delapan penari dari Solo Dance Studio (SDS) yang membawakan karya milik Eko Supriyanto berjudul Wiri-Wiri tampil kali pertama. Seperti ditulis Solopos, lewat gerak tari, mereka menyuarakan kemuakan dan penolakan ketidakadilan termasuk kekerasan terhadap tenaga kerja Indonesia yang berada di luar negeri.
Dari seni musik, 34 anak keturunan warga Korea yang tergabung di Jakarta Korea Children’s Choir membawakan lima lagu yang disajikan dengan paduan suara. Denting piano serta tabuhan instrumen Janggoo (perkusi asal Korea), menjadi pemanis pada lagu-lagu yang mereka bawakan, yaitu Bengawan Solo, Gunettiqi, Ujujajungeo, Talchum, serta Selamat Datang Solo.
”Menjadi kehormatan bagi kami, diundang ke SIPA 2009 ini. Sebelumnya, kami juga pernah tampil di SIEM (Solo International Etnic Music-red),” papar guru pembimbing mereka, Younghee Kim, kepada wartawan.
Sementara itu, komposer musik kontemporer terkemuka di Indonesia, Otto Sidharta menghadirkan karyanya yang menjadi ekspresi suara-suara alam. Otto mendapuk penari asal Solo, Bambang Besur Suryono untuk tampil di panggung.
Di penampilan terakhir, dalang wayang suket, Slamet Gundono yang mengajak belasan pemain berperawakan subur menampilkan drama berjudul Semar Meteng. Semar diceritakan bisa mengandung dan melahirkan. Melalui karyanya itu, Gundono mengkritisi budaya instant.
”SIPA memperkokoh Kota Solo sebagai Kota Pertunjukan, Kota Solo sebagai Kota Pusaka dan Budaya. Serta memperkuat identitas dan karakter Kota Solo,” tandas Jokowi.
Dikutip oleh soloraya.com

Baca juga  Saat sarung tenun Pasar Kliwon, memasuki masa senja

Tempat usaha Anda belum tercatat di web ini? Hubungi kami di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here