Pasar Klewer, pasar yang riuh dengan tawar-menawar

pasar klewer3Lokasi pasar ini adalah sisi barat Kompleks Kraton Surakarta. Sebelumnya, Pasar Klewer hanya berupa bangunan bersekat, di mana orang-orang di dalamnya menjual kain batik. Banyak pedagang berjualan dengan cara menyampirkan kain dagangannya ke bahu, atau sekat pembatas, hingga menjuntai. Orang Jawa menyebutnya ting klewer. Itulah kenapa kemudian pasar ini dinamakan Pasar Klewer.
Pada puncak kejayaannya, era 1990-an, Pasar Klewer menjadi magnet utama ekonomi di Kota Solo. Perputaran uang mencapai Rp 8 miliar per hari. Satu kios ukuran 4 meter persegi, saat itu bisa laku Rp 200 juta. Kini ada 2.000-an pedagang yang menempati kios dan 500-an pedagang oprokan (tanpa kios). Di dekat kompleks Pasar Klewer tumbuh kegiatan ekonomi baru yang berkembang menjadi Pasar Cenderamata dan Pasar Kacamata.
Pasar ini memang unik. Salah satu bentuk keunikan pasar ini, misalnya, bahwa di sepanjang koridor sempit dalam pasar itulah para pembeli dan penjual melakukan kesepakatan harga, atau tawar menawar. Unik, karena tawar menawar dilakukan secara terbuka, di antara lalu-lalang orang –tak jarang satu atau dua orang di antara pengunjung menyenggol atau menabrak pengunjung lain yang tengah menawar atau memilih barang.
“Tawar-menawar itu seni di pasar tradisional. Itulah yang membedakan dengan mal. Kalau tidak ada tawar-menawar, pasar ilang kumandange,” ujar Rahmini, seorang pemilik kios.
Pasar Klewer merupakan pusat pasar dimana sebagian besar aktivitas warga Solo berpusat di sana. Dari pakaian atau tekstil yang mendominasi, makanan, sampai ke pernak pernik perhiasan dijual disana. Letaknya berdekatan dengan Keraton Solo dan alun-alun, sehingga hampir setiap hari daerah ini tak pernah sepi dari hiruk pikuknya jalan.
Sejak dibangun tahun 1970, perkembangan pasar yang terdiri dari dua lantai ini memang pesat, higngga akhirnya menjadi salah satu pasar tekstil terbesar di Indonesia. Dari data Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) dan Dinas Pasar Klewer, pasar ini mampu menampung 1.467 pedagang dengan jumlah kios sekitar 2.064 unit. Hebatnya lagi, dari jumlah pedagang sebanyak itu, uang yang berputar setiap harinya (transaksi berjalan) berkisar antara Rp 5 miliar – Rp 6 miliar.
Untuk per tahunnya, pasar ini menghasilkan pendapatan dari retribusi Rp 3 miliar. Jumlah yang cukup besar, karena jika dikalkulasi, jumlah pendapatan retribusi itu telah memenuhi hampir 5% RAPBD Kota Surakarta 2004 dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp 53.546.938.996. Bukan hanya itu, selain mendukung perekonomian daerah, keterkenalan Klewer sebagai pusat perdagangan tekstil juga turut mendukung dunia pariwisata di Kota Solo. Terbukti, sampai sekarang pasar tersebut sering dijadikan alternatif untuk kunjungan para wisatawan.
Dalam dunia pariwisata di Solo, antara keraton, Masjid Agung dan Pasar Klewer agaknya sudah menjadi satu kesatuan utuh yang kemudian membuat semacam garis kunjungan wisata. Bisa jadi, inilah jalur three in one bagi wisatawan.
Masa sekarang ini, Pasar Klewer adalah salah satu nadi pusat perdagangan Kota Solo. Di pasar inilah enam kota lain di wilayah Surakarta; Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, Boyolali, Karanganyar, dan Sragen, melakukan transaksi dagang tekstik,  termasuk di dalamnya batik. Ada juga pernik-pernik khas solo dan segala makananan khas.
Lokasi yang strategis, yaitu berdekatan dengan bangunan bersejarah dan pusat budaya, Kraton Kasunanan Surakarta dan Masjid Agung, menjadikan Pasar Klewer sebagai salah satu pusat keramaian.

Baca juga  Dan Solo pun Menari...

Tempat usaha Anda belum tercatat di web ini? Hubungi kami di sini.

Grosir Batik
Nah, jika suasatu saat Anda datang ke Solo, jangan lupa mengunjungi Pasar Klewer. Sebab, inilah  pasar grosir batik terbesar di Solo. Mulai dari batik tulis, printing atau cetak, hingga batik cap, dari kain katun hingga sutra. Bagi Anda pecinta batik, terasa belum lengkap jika belum melihat berbagai macam koleksi batik di Pasar Klewer. Dengan mengunjungi pasar ini, pelancong akan mendapatkan kesan tersendiri yang tak pernah didapatkan di pasar maupun pusat perbelanjaan batik lain pada umumnya. Sebab, di pasar ini koleksi jenis dan motif batiknya lengkap dan harganya pun cukup murah. Pasar ini juga menjadi pusat perbelanjaan kain batik terbesar di seluruh Jawa Tengah. Adapun harga kain batik di pasar ini mulai dari belasan ribu hingga ratusan ribu rupiah, tergantung kualitas, motif, dan jenis kain batiknya.
Sentra grosir kain batik ini menyediakan berbagai macam motif dan jenis batik, di antaranya batik tulis motif Solo, batik cap (print), dan motif-motif batik lainnya. Ada juga berbagai jenis batik Surakarta, seperti batik asli Surakarta, batik antik kraton Surakarta, batik pantai kraton Surakarta, daster batik Surakarta, batik saerah Surakarta, batik putri Solo, batik “kelelawar” Surakarta, dan lain-lain. Selain itu, terdapat juga berbagai macam jenis batik Yogyakarta, Pekalongan, Banyumas, Madura, Betawi, dan berbagai jenis batik dari kota-kota lainnya. Di pasar ini juga menyediakan kain batik untuk baju, sprei, sarung bantal, dan segala aksesoris-aksesoris lain yang berbau batik.
Saat membeli kain batik di pasar ini, setiap pengunjung disarankan untuk menawarnya terlebih dahulu. Jika pengunjung pandai menawar, harga yang diajukan penjual akan berkurang. Kesesuaian kualitas dengan harga mungkin juga menjadi patokan bagi penjual dalam menawarkan dagangannya. Menurut pengakuan para pembeli, berbelanja di pasar ini pasti tidak akan mengecewakan, sebab di samping harganya yang terjangkau, keramahan para penjual juga membuat para pembeli merasa nyaman.
Untuk mencapai lokasi Pasar Klewer, bisa dimulai dari Terminal Tirtonadi. Dari terminal ini, wisatawan dapat naik angkutan kota atau taksi menuju lokasi pasar. Perjalanan dari Terminal Tirtonadi sampai ke Pasar Klewer biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Di sekitar kawasan Pasar Klewer ini terdapat berbagai macam fasilitas, di antaranya area parkir, masjid, pusat informasi belanja, studio karaoke, kamar mandi, dan beberapa kios masakan khas Solo, yaitu thengkleng, racikan salat, krupuk karak, timlo Solo, sayur tumpang, dan lain-lain.(Ganug Nugroho Adi)

Baca juga  Masih banyak cagar budaya di Solo bernasib malang

pasar klewer4

pasar klewer1pasarklewer2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here