Menengok keriuhan Pasar Jumat Karanganyar

Coba sesekali Anda melintas di dekat Jalan Perkantoran Pemkab Karanganyar pada hari Jumat. Nisacaya Anda akan melihat pemandangan yang tidak biasa dibandingkan hari-hari lainnya. Bukan hal istimewa memang, tetapi itulah kerumunan orang yang sedang tawar-menawar di “pasar tiban”.

Tempat usaha Anda belum tercatat di web ini? Hubungi kami di sini.

Pasar Jumat 1Disebut sebagai Pasar Jumat, keramaian di sana diwarnai pemajangan beraneka ragam komoditas dagang. Mulai dari kebutuhan sembilan bahan pokok hingga kebutuhan skunder lainnya, terpajang di sana. Para pedagang yang berjualan di tempat itu tidak hanya berasal dari Karanganyar. Beberapa di antara mereka datang dari Solo, Sukoharjo, Sragen dan lain-lain.
Mereka biasanya mulai menggelar dagangan jam 05.30 WIB, dimulai dari mendirikan tenda dan mendisplay stand.
Para pedagang tersebut membidik para pembeli yang sebagian bekerja sebagai PNS di lingkungan Kantor Pemerintahan Kabupaten Karanganyar. ”Biasanya mereka setelah melakukan senam pagi akan jala-jalan dan mencari kebutuhan rumah tangga,” kata Iwan, salah seorang pedagang minyak goreng asal Bejen Karanganyar.
Kebanyakan pedagang yang berjualan di sana adalah para pedagang pasar tradisional di Karanganyar dan kota sekitarnya.
Mereka memang merasakan enaknya menggelar dagangan di Kawasan Jalan Perkantoran Pemkab. Sebab, dagangan biasanya mereka cepat laku dan dengan demikian perputaran modal bisa lebih cepat pula.
“Dagang di sini lebih enak dan bisa diharapkan Mas, maksudnya dagangan saya pasti laku dan untungnya juga agak lumaya,” ujar Atma (32), ibu muda pedagang batik asal Klewer.
“Bila saya berdagang di Klewer belum tentu sehari dapat omzet 1 juta. Kalau di sini kadang malah lebih,” tambah Atma yang juga punya kios batik di Klewer Solo.
Rata-rata pedagang di sana mendapat penghasilan bersih antara Rp 100.000 sampai Rp.150.000. ”Kalau pas ramai kita bisa mengantongi keuntungan bersih Rp 150.000. Kalau pas sepi paling Rp 50.000. Biasa, kadang laku kadang tidak,” ujar Haris salah seorang pedagang sandal.
Pasar dadakan tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun. Meski bukan tempat resmi, tetapi para pedagang merasa cukup nyaman karena secara tidak tertulis mereka diijinkan melakukan kegiatan tersebut. Sebab, kepada mereka dikenakan restribusi dan hal ini dianggap sebagai “ijin” dari Pemkab kepada mereka untuk mengais rejeki di Pasar Jumat. (soloraya.com/bre)

Baca juga  Restoran Pringsewu

Pasar Jumat 2

Pasar Jumat 3

1 KOMENTAR

  1. bagus, karanganyar bisa tambah potensial dech,,
    tapi kanapa seakan-akan lebih marak pasar jum’at dari pada pasar wisata tawangmagu ya…???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here