Laras Gamelan dari Desa Wirun

MEMASUKI Desa Wirun, Mojolaban, Sukoharjo, aura semangat kerja penduduk sangat terasa. Begitu masuk jalan desa, di sisi kana-kiri jalan banyak dijumpai perajin genteng dan batu bata tengah menjemur produksi yang masih basah. Sedikit ke tengah, beberapa warga membuka usaha kerajinan mebel yang memproduksi meja, kursi dan lemari. Masuk lebih ke dalam lagi, terdengar suara berdentang tanda di dekat sana terdapat perajin gamelan.

Ya. Di Desa Wirun inilah sentra pembuatan gamelan. Desa ini terletak sekitar 10 kilometer arah timur tenggara kota Solo, tepatnya di Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. Meski agak jauh dari pusat keramaian Kota Solo, namun desa ini memiliki tingkat aksesibilitas yang mudah dijangkau dari berbagai arah maupun jenis kendaraan. Desa ini dikenal sebagai penghasil Kerajinan gamelan yang telah terkenal di dalam maupun luar negeri.

Dari catatan, industri kerajinan gamelan di Desa Wirun sudah muncul sejak tahun 1956, dirintis pertama kali oleh Reso Wiguno. Dorongan kebutuhan ekonomi menjadi latar belakang home industri tersebut. Pasalnya, Mojolaban bukanlah sebuah wilayah dengan hasil pertanian yang berlimpah. “Alasan lain, dulunya desa ini (Wirun) memiliki tradisi berkebudayaan yang panjang, khususnya di bidang seni,” kata Supoyo, seorang perajin di Desa Wirun.

Di desa Wirun setidaknya terdapat 10 perajin gamelan yang masih bertahan hingga kini. Salah satunya ya Supoyo itu. Beberapa tahun lalu, ada sebanyak 15 pemilik home industri gamelan. Namun 5 pengusaha rontok, karena kondisi ekonomi yang tak menentu. Sepuluh lainnya yang bertahan pun saat ini kembang-kempis, karena tingginya harga bahan baku.

Harga seperangkat gamelan lengkap memang tidak main-main. Untuk membuat satu perangkat gamelan lengkap, seorang perajin harus menyediakan 1,3 ton tembaga dan 3 kuintal perunggu. Satu perangkat gamelan lengkap biasa dijual dengan harga hingga Rp 300 juta. Satu perangkat lengkap terdiri dari 26 item gamelan. Sedangkan untuk perangkat gamelan yang terbuat dari kayu, kendang misalnya, perajin biasanya memberi order kepada perajin lain.

Jika pesan secara eceran, misalnya gong, biaya pembuatan untuk satu gong berdiameter 77 cm bisa mencapai Rp3,3 juta. Satu gong membutuhkan tembaga bahan baku sedikitnya 20 kg, timah 6 kg dan arang bakar 15 karung.

Di Desa Wirun, industri gamelan sempat mencapai zaman keemasan pada tahun 1999. Masa itu, tak sedikit perajin yang mengekspor barang dagangannya dengan membukukan omzet miliaran rupiah.

Namun sekarang kondisinya mulai berubah. Biaya produksi, terutama bahan baku, membengkak. Belum lagi biaya sepuluh tenaga kerja yang mencapai rata-rata Rp400.000 per hari.

“Tahun 2004, dengan biaya sebesar itu kami sudah bisa buat tiga gong, kalau sekarang cuma bisa untuk satu gong,” kata Supoyo.

Ironisnya, biaya produksi yang membengkak ini ternyata tidak diikuti kenaikan harga jual yang signifikan. Harga jual gong ukuran 77 cm sekitar Rp4 juta. Padahal harga jual itu belum termasuk biaya listrik dan penyediaan tabung gas untuk pengelasan. Kondisi itu semakin dipersulit dengan semakin minimnya akses pasar di dalam ataupun di luar negeri. Coba bandingkan. Empat tahun lalu mereka mampu menjual sedikitnya empat set perangkat gamelan lengkap seharga Rp200 juta hingga ke Belanda dan Amerika Serikat, kini mereka hanya mampu menjual satu set gamelan dengan harga Rp350 juta.

Ironisnya, gamelan adalah produk yang awet, dengan permintaan yang tidak begitu besar. Celakanya, harga gamelan juga cukup tinggi. Problem tersebut biasanya rasakan para perajin. Karena itu, mereka yang bermodal cekak lebih memilih mundur teratur dan kembali menggarap sawah.

“Tapi kami harus melanjutkan usaha ini. Bukan semata-mata alas an ekonomi, tapi juga karena gamelan itu warisan budaya. Kami tetap akan melestarikannya.”

Di rumah seorang perajin lain, Saroyo, terlihat lima pekerja tengah mengecat rancakan, kotak kayu, dengan kombinasi warna merah tua dan emas, untuk perlengkapan gamelan.

Masuk ke belakang rumah, terlihat sekumpulan pekerja yang sedang membuat sebuah gong ukuran besar. Dua orang sedang membakar sebuah gong yang belum jadi dalam sebuah tungku berbahan bakar arang. Sebuah blower mengipasi tungku, sehingga arang kian membara, memercikkan bunga api. Gong yang terbuat dari tembaga bercampur timah pun menjadi memijar merah, tampak menyala karena ruangan yang digunakan cukup gelap.

Gong yang menyala diangkat dari perapian, diletakkan pada sebuah onggokan tanah liat. Empat pekerja bergegas mendekat dan menempa gong dengan sebuah palu besar yang terbuat dari kayu. Warga setempat menyebutnya dengan nama gandhen. Mereka menempa dengan teratur, sehingga menimbulkan suara berdentang yang berirama. Para pekerja yang bertelanjang dada kelihatan menghitam, karena tubuhnya dibaluri dengan keringat dan debu arang yang menempel rata.

 

GAMELAN WIRUN SOLOGRAFISejarah Gamelan

Gamelan merupakan alat musik khas Jawa yang mempunyai nilai seni adi luhung. Proses pembuatannya masih menggunakan cara-cara tradisional dan memerlukan ketrampilan khusus. Desa Wirun Kecamatan Mojolaban merupakan sentra industri gamelan di Kabupaten Sukoharjo, di mana terdapat sekitar 10 pengusaha dalam industri ini.

Produksinya sebagian diserap pasar domestik, sebagian lagi diekspor ke mancanegara seperti ke Amerika Serikat, Suriname dan Jepang. Omzet penjualannya mencapai ratusan juta rupiah, karena harga satu set perangkat gamelan paling murah mencapai 150 juta.

Roh gamelan Jawa inilah yang sejak dulu menghidupkan inspirasi dan semangat poara perajin gamelan di Desa Wirun, lebih dari 50 tahun lalu. Gamelan jelas bukan musik yang asing. Popularitasnya telah merambah berbagai benua dan telah memunculkan paduan musik baru jazz-gamelan, melahirkan institusi sebagai ruang belajar dan ekspresi musik gamelan, hingga menghasilkan pemusik gamelan ternama.

Jika Anda ingin menikmati gamelan dengan laras asli, maka datanglah ke Solo. Seperti Yogyakarta, gamelan yang berkembang di Solo adalah Gamelan Jawa, sebuah bentuk gamelan yang berbeda dengan Gamelan Bali ataupun Gamelan Sunda. Gamelan Jawa memiliki nada yang lebih lembut dan slow, berbeda dengan Gamelan Bali yang rancak dan Gamelan Sunda yang sangat mendayu-dayu dan didominasi suara seruling. Perbedaan itu wajar, karena Jawa memiliki pandangan hidup tersendiri yang diungkapkan dalam irama musik gamelannya.

Pandangan hidup Jawa yang diungkapkan dalam musik gamelannya adalah keselarasan kehidupan jasmani dan rohani, keselarasan dalam berbicara dan bertindak sehingga tidak memunculkan ekspresi yang meledak-ledak serta mewujudkan toleransi antar sesama. Wujud nyata dalam musiknya adalah tarikan tali rebab yang sedang, paduan seimbang bunyi kenong, saron kendang dan gambang serta suara gong pada setiap penutup irama.

Tidak ada kejelasan tentang sejarah munculnya gamelan. Perkembangan musik gamelan diperkirakan sejak kemunculan kentongan, rebab, tepukan ke mulut, gesekan pada tali atau bambu tipis hingga dikenalnya alat musik dari logam. Perkembangan selanjutnya setelah dinamai gamelan, musik ini dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang, dan tarian. Barulah pada beberapa waktu sesudahnya berdiri sebagai musik sendiri dan dilengkapi dengan suara para sinden.

Seperangkat gamelan terdiri dari beberapa alat musik, diantaranya satu set alat musik serupa drum yang disebut kendang, rebab dan celempung, gambang, gong dan seruling bambu. Komponen utama yang menyusun alat-alat musik gamelan adalah bambu, logam, dan kayu. Masing-masing alat memiliki fungsi tersendiri dalam pagelaran musik gamelan, misalnya gong berperan menutup sebuah irama musik yang panjang dan memberi keseimbangan setelah sebelumnya musik dihiasi oleh irama gending.

Gamelan Jawa adalah musik dengan nada pentatonis. Satu permainan gamelan komplit terdiri dari dua putaran, yaitu slendro dan pelog. Slendro memiliki 5 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 5 6 [C- D E+ G A] dengan perbedaan interval kecil. Pelog memiliki 7 nada per oktaf, yaitu 1 2 3 4 5 6 7 [C+ D E- F# G# A B] dengan perbedaan interval yang besar. Komposisi musik gamelan diciptakan dengan beberapa aturan, yaitu terdiri dari beberapa putaran dan pathet, dibatasi oleh satu gongan serta melodinya diciptakan dalam unit yang terdiri dari 4 nada.

Anda bisa melihat gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri maupun sebagai pengiring tarian atau seni pertunjukan seperti wayang kulit dan ketoprak. Sebagai sebuah pertunjukan tersendiri, musik gamelan biasanya dipadukan dengan suara para penyanyi Jawa (penyanyi pria disebut wiraswara dan penyanyi wanita disebut waranggana). Pertunjukan musik gamelan yang digelar kini bisa merupakan gamelan klasik ataupun kontemporer. Salah satu bentuk gamelan kontemporer adalah jazz-gamelan yang merupakan paduan paduan musik bernada pentatonis dan diatonis.

Salah satu tempat di Yogyakarta dimana anda bisa melihat pertunjukan gamelan adalah Kraton Yogyakarta. Pada hari Kamis pukul 10.00–12.00 digelar gamelan sebagai sebuah pertunjukan musik tersendiri. Hari Sabtu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring wayang kulit, sementara hari Minggu pada waktu yang sama digelar musik gamelan sebagai pengiring tari tradisional Jawa. Untuk melihat pertunjukannya, Anda bisa menuju Bangsal Sri Maganti. Sementara untuk melihat perangkat gamelan tua, anda bisa menuju bangsal kraton lain yang terletak lebih ke belakang. (Ganug Nugroho Adi)



Kategori:Sosok, Kisah & Kiprah

Tag:,

21 replies

  1. Mohon informasi jika ingin membeli gamelan bisa menghubungi siapa? dan di no. berapa? atau ada email/website

    mathur nuwun

    Suka

  2. bisa,jelasin scra jelas sejarah munculnya gamelan di jawa?

    Suka

  3. Pengrajin gamelan besi dan kuningan serta pengadaan perunggu.Bila anda berminat bisa menghubungi kami di no.telp(081329719010 – 085541235125)

    Suka

  4. Pengrajin gamelan besi dan kuningan dan pengadaan perunggu dg alamat joyotakan RT 3,RW 5 serengan surakarta.Telp 081329719010

    Suka

  5. pengrajin gamelan perunggu gongso mudo menerima pesanan
    mertan rt02/rw 08 wirun mojolaban
    081548377702

    Suka

  6. Nuwun sewu, reginipun gamelan wesi slendro pelog jangkep pinten nggih pak? Rencana kula badhe tumbas. Mtur nuwun.

    Suka

  7. kalo butuh info harga terbaru bisa lewat email
    dwi_slo@yahoo.com
    fb: dwi melur
    gong perunggu 100cm harga 15 juta nego

    Suka

  8. anda bisa hubungi saya di 083866673979

    “PALU GONGSO”
    AUDAY YUSWANTO
    alamat : Gendengan Rt02 Rw04 Wirun Mojolaban Sukoharjo

    LIHAT WEBSITE DI BAWAH LEBIH JELASNYA. :

    http://www.kaskus.us/showthread.php?p=313211610

    Suka

  9. Mas / Mbakyu, saya ingin tanya apakan bisa saya menggunakan foto gamelan diatas untuk dapat dimuat dalam buku yang akan dikeluarkan oleh Dep Periwisata R.I? Sekedar info buku tersebut bukan untuk tujuan komersial, namun merupakan buku sebagai kenang2 para tamu negara. Terima kasih sebelumnya.

    Suka

  10. Saya pengrajin gamelan khusus besi dan kuningan dg sambungan las bila anda berminat / pingin tahu lbh jelas bisa datang langsung ketmpt kerja kami/kunjungi:
    facebook kami (Nurdin gong) dg foto proses produksi sendiri bukan mengambil dr pengrajin atau bs email di (nurdingong@yahoo.com)
    Sy sdh mengerjakan gamelan sdh byk di berbagai daerah di Indonesia baik utk kelompok karawitan,individu,sekolah2 ataupun instansi pemerintah dan juga banyak lagi dr malaysia.
    bila berminat hub 081329719010 / 085641235125

    Suka

  11. Mas,Mba,pakde,Bukde
    Aku mau tawarin Bahan Material dari Gong yaitu Tembaga
    Harga Negosibel.Apabila Berminat silahkan Kontek aku di No
    085711360756
    081286677887
    Matur nuwun
    Salam

    Iman

    Suka

  12. Aq jual tembaga utk Bahan baku Gamelan
    Berminat hubungi
    085711360756
    081286677887

    Suka

  13. Salam pak saya dari Malaysia ingin bertanyakan harga gamelan Malaysia iaitu bonang saran pekin saron barong saron demung kenong gambang gendang gong agong gong suwukan dan kempul gamelan menggunakan skala salendro pentatonic atau c d e g a c atau 1 2 3 5 6 i makanya saya mahu tanya berapa harga dalam uang rupiah

    Suka

  14. kalo gamelan malaysia 1 set jumlah item seperti itu harga yang besi pencon kuningan Rp 15 juta, untuk kuningan Rp 25 juta, untuk perunggu Rp 40 juta. untuk keterangan detail bisa email ( nurdingong@yahoo.com / bisa kunjungi facebook KERAJINAN GAMELAN NURDIN GONG )
    TELP.simpati 081329719010 / IM3 085641235125

    Suka

  15. saya juga butuh informasi jika ingin membeli gamelan

    Suka

  16. assalamualaikum wr wb
    bapak/ibu,
    mau nanya, harga untuk persatuan saron berapa ya,,

    Suka

  17. regine 1 saron perunggu pinten nek kuningan pinten

    Suka

  18. pengrajin rancak gamelan warna baru.besi,kuningan dan perunggu. beserta kelengkapanya.cp.:085713742636 atau 085642750018

    Suka

  19. berapa harga 1 gamelan

    Suka

  20. mohon informasinya untuk 1 set gamelan komplit pelog slendro,item gamelannya apa saja dan jumlah per itemnya berapa?juga harga per itemnya,,saya dari pengadaan barang untuk sekolahan dan ingin membuat anggaran untuk kemudian bisa order ke bapak,,mohon informasi dikirim ke email mekatrons@gmail.com
    terima kasih banyak atas kerjasamanya

    Suka

  21. Menerima pesanan rancak gamelan ukir/polos dg hrga miring hub: 085229389575,087839522432

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53.655 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: