Karnaval budaya Karanganyar sukses sedot massa

Sebagaimana umumnya masyarakat Indonesia di berbagai tempat, warga Kabupaten Karanganyar juga menggelar berbagai acara menyambut HUT ke 64 RI Agustus 2009 ini. Gelaran pawai budaya lokal yang digelar di Bumi Intanpari itu mendapar sambutan luar biasa dari masyarakat.

Ribuan warga Karanganyar tumplek blek di sepanjang jalan utama kota pada 19 Agustus 2009. Mereka antusias menyaksikan karnaval budaya yang diprakarsai pemerintah kabupaten. Meski iring-iringan peserta baru meluncur pukul 14.00, warga sudah mulai menyemut sejak menjelang siang di sepanjang jalan sekitar dua kilometer dari alun-alun sampai timur pendapa rumah dinas bupati.

karnaval budaya

Karnaval Budaya – Sragen Pos

Tampil pada urutan pertama karnaval adalah barisan Paskibraka diikuti rombongan Muspida dan pejabat di Pemkab Karanganyar. Bupati Rina Iriani, Dandim Letkol Inf Lilik Sutikno, Kapolres AKBP Sri Handayani dan Wakil Bupati Paryono menunggang kuda. Hj Rina Iriani memakai kostum “Srikandi Aceh” Cut Nyak Dien. Sementara Kapolres berpakaian ala prajurit Mataraman.

Pada barisan kedua tampak pejabat lainnya memakai kostum pakaian wayang orang seperti Gatutkaca, Bima, Raksasa, dan juga tokoh lainnya seperti Punakawan dan Hanoman.

Pawai diikuti sekitar 60 peserta terdiri dari wakil sekolah se-Karanganyar. Sejumlah sekolah bahkan unjuk kebolehan dengan meluncurkan roket air di depan panggung kehormatan. Selain itu mereka juga menampilkan aktraksi drumband dengan kostum agamis bernuansa islami.

Selain sekolah, seluruh jajaran satuan unit kerja (SKPD) Pemkab Karanganyar juga ikut dalam pawai kebudayaan tersebut.

Peringatan 17 Agustus di Karanganyar mengambil tema “gelar budaya dan adat nusantara dengan filosofi kekayaan budaya harus menjadi potensi yang selalu dikedepankan dan dilestarikan”.

Selain jajaran Pemkab dan kalangan pendidikan, tidak ketinggalan pula sejumlah organisasi sosial yang tergabung dalam Gerakan Kebangsaan juga menyemarakkan pawai budaya. Cuaca yang cukup panas membuat sebagian peserta mulai tampak kelelahan. Bahkan akibat panasnya cuaca, salah satu anggota Paskibraka ada yang jatuh pingsan. Beruntung kejadian tersebut bisa segera diatasi karena tim medis sigap memberi pertolongan.

Puncak acara pawai diisi dengan atraksi reog dan panggung hiburan kesenian rakyat yang berlangsung hingga petang hari di Lapangan Pancasila. (kabarsoloraya.com/bre)



Kategori:Wisata Budaya

Tag:,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53.178 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: